SARKOMA
Oleh: Susi Teguh Suryani
Sarkoma adalah
kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel – sel yang tumbuh terus – menerus
secara tidak terbatas / berlebihan (proliferasi), tidak berkoordinasi dengan
jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh,yang berasal dari jaringan
mesodermal (Tjarta, Achmad. 1973). Sarkoma merupakan tumor ganas (kanker).Makroskopik jaringan sarkoma homogen,
menyerupai daging (sark = daging) atau menyerupai subsantia alba otak bila
sarkoma itu lebih seluler. Berlainan dengan karsinoma maka sarkoma tumbuhnya
lebih ekspansif daripada infiltratif sehingga merupakan tonjolan dengan batas –
batas yang masih jelas. Konsistensinya
berbeda – beda, tetapi yang sering biasanya lunak, seperti jaringan otak.
Ciri-ciri dari sarkoma yakni sebagai berikut :
1.
Sel – sel tumor tersebar, dipisahkan oleh
stroma yang banyak. Makin ganas suatu sarkoma, makin seluler tumor tersebut, shg stromanya sangat sedikit,kadang
– kadang hanya dapat dilihat dengan pulasan khusus.
2.
Sel sarkoma mempunyai sifat mesoblastik, yaitu
batas – batas sel tidak jelas, sering cabang – cabang sitoplasmanya masuk ke
dalam stroma.
3.
Pembuluh darah lebih banyak jumlahnya, terletak
di antara sel dan dalam bentuk kapiler atau sinusoid. Adanya pertumbuhan yang
ekspansif menyebabkan pembuluh tersebut tertekan sehingga sering terjadi
perdarahan.
4.
Mitosis tidak begitu banyak dan sel
datia tumor sering ditemukan.
Sarkoma tumbuh
terutama secara ekspansif. Tetapi terjadi pula pertumbuhan yang infiltratif ke
jaringan sekitarnya. Sel – sel sarkoma menjalar sepanjang fascia, diantara sel
– sel otot, kanal – kanal Havers pada tulang dll. sehingga pada operasi
pengeluaran tumor tersebut sering ada yang tertinggal dan menimbulkan residif
yang tumbuhnya bahkan lebih cepat daripada tumor induknya.
Penyebaran jauh (metastasis) berlangsung dengan
cara hematogen. Hal ini dimungkinkan dengan adanya pembuluh darah yang banyak
dan berdinding tipis. Anak sebar mula – mula terbentuk pada paru – paru,
walaupun demikian kadang – kadang sel tumor dapat melalui paru – paru dan
membentuk anaksebar pada alat – alat tubuh yang lain. Penyebaran jauh dengan
cara limfogen sangat jarang, hanya terjadi pada kira – kira 5 – 10% dari
penderita sarkoma. Sarkoma dapat
terjadi pada semua bagian tubuh tetapi yang sering ialah pada tulang, jaringan
subcutis, fascia dan otot.
Klasifikasi :
Sarkoma dapat dinamai
secara sitologik atau secara histologik. Pembagian secara sitologik berdasarkan
bentuk selnya, maka sarkoma dibagi atas :
1. Sarkoma
SEL BULAT, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat.
2. Sarkoma
SEL KUMPARAN, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk kumparan.
3. Sarkoma
SEL CAMPURAN bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat dan kumparan.
4. Sarkoma
SEL DATIA, bila sebagian besar terdiri atas sel datia.
Pembagian secara histologik berdasarkan asal
jaringannya. Yang berasal dari jaringan ikat disebut fibrosarcoma, dari
jaringan tulang disebut osteogenic sarcoma. Dari tulang rawan disebut
chondrosarcoma. Pembagian ini lebih memuaskan. Tetapi pada keadaan tertentu,
yaitu pada sarkoma yang berdiferensiasi sangat buruk, tidak mungkin lagi dapat
ditentukan jenis atau asal selnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar