Selasa, 11 November 2014

ANNENCEPHALUS

ANNENCEPHALUS
Oleh : Susi Teguh Suryani

Annencephalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Ancephalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).
            Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan, juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir. Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.
1.      Faktor ibu usia resiko tinggi
2.      Riwayat anencephalus pada kehamilan sebelumnya
3.      Hamil dengan kadar asam folat rendah
4.      Fenilketonuria pada ibu yang tidak terkontrol
5.      Kekurangan gizi (malnutrisi)
6.      Mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan.
    Tanda dan Gejala
1.   Ibu
Polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
2.   Bayi
a)      Tidak memiliki tulang tengkorak
b)      Tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
c)      Kelainan pada gambaran wajah
d)     Kelainan jantung
Pencegahan
1.      Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat
2.      Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
3.      Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester.
4.      Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan keguguran.
5.      Penuhi kebutuhan akan asam folat.
6.      Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar adrenal.
7.      Jangan minum sembarang obat baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
8.      Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya.
9.      Kalau ada infeksi obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan Herpes). Paling baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan bukan setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi pengobatan bisa langsung dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar