ANNENCEPHALUS
Oleh : Susi Teguh Suryani
Annencephalus adalah suatu keadaan dimana sebagian
besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Ancephalus adalah suatu
kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin
yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).
Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah
atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Penelitian
menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan,
juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Anensefalus ditemukan pada
3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir. Resiko terjadinya anensefalus bisa
dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum
hamil dan selama kehamilan bulan pertama.
1. Faktor ibu usia
resiko tinggi
2. Riwayat
anencephalus pada kehamilan sebelumnya
3. Hamil dengan kadar
asam folat rendah
4. Fenilketonuria pada
ibu yang tidak terkontrol
5. Kekurangan gizi
(malnutrisi)
6. Mengonsumsi alkohol
selama masa kehamilan.
Tanda dan Gejala
1. Ibu
Polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
Polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
2. Bayi
a) Tidak memiliki tulang tengkorak
b) Tidak memiliki otak (hemisfer
serebri dan serebelum)
c) Kelainan pada gambaran wajah
d) Kelainan jantung
Pencegahan
1. Wanita yang
mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat
2. Usahakan untuk
tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
3. Lakukan pemeriksaan
kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk melakukan USG
minimal tiap trimester.
4. Jalani pola hidup
sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, alkohol dan narkoba
karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya
kelainan kongenital dan keguguran.
5. Penuhi kebutuhan
akan asam folat.
6. Hindari asupan
vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut
dalam air tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam
tubuh. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat
gangguan sistem kencing dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil),
terdapat gangguan kelenjar adrenal.
7. Jangan minum
sembarang obat baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk
terhadap janin.
8. Pilih makanan dan
masakan yang sehat. Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang
(steak atau sate). Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang
membahayakan janin dan ibunya.
9. Kalau ada infeksi
obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan
Herpes). Paling baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan
bukan setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi
pengobatan bisa langsung dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar