Senin, 13 Oktober 2014

Abortus Inkomplit

Shinta Amelia

ABORTUS INKOMPLIT

Abortus inkomplit adalah perdarahan pada kehamilan muda dimana sebagian dari hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kanalis servikalis. (Prawiroharjo, S. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal;hal.145;2006). Bila terjadi perdarahan yang hebat akibat abortus inkomplit dianjurkan segera melakukan pengeluaran sisa hasil konsepsi secara manual agar jaringan yang mengganjal terjadinya kontraksi uterus  segera dikeluarkan. Kontraksi uterus dapat berlangsung baik dan perdarahan bisa berhenti.Selanjutnya dilakukan tindakan kuretase.Tindakan yang dianjurkan ialah dengan kuret vakum menggunakan kanula dan plastik. Pasca tindakan perlu diberikan uretonika parental  atau peroral dan antibiotika.
Abortus inkomplit gejalanya adalah setelah terjadi abortus dengan pengeluaran jaringan, perdarahan berlangsung terus dan sering serviks tetap terbuka karena masih ada benda di dalam rahim yang dianggap korpus allinum, maka uterus akan berusaha mengeluarkannya dengan mengadakan kontraksi. Tetapi kalau keadaan ini dibiarkan lama, serviks akan menutup kembali. Untuk pemeriksaan USG dilakukan bila kita ragu dengan diagnosis secara klinis. Besar uterus sudah lebih kecil dari umur kehamilan dan kantonmg gestasi sudah sulit dikenali, di kavum uteri tampak massa yang bentuknya tidak beraturan. Sedangkan penatalaksanaan yang dapat dilakukan jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang dari 16 minggu. Evakuasi dapat dilakukan dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi melalui serviks. Jika perdarahan berhenti beri ergometrin 0,2 mg I.M. atau misoprostol 400 mcg per oral. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang dari 16 minggu, evakuasi sisa hasil konsepsi dengan aspirasi vakum manual merupakan metode evakuasi yang terpilih. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera, beri ergometrin 0,2 mg I.M diulangi setelah 15 menit jika perlu atau misoprostol 400 mcg peroral ( dapat diulangi setelah 4 jam jika perlu)

Apabila abortus inkomplit terjadi di kehamilan lebih dari 16 minggu ,berikan infuse oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan I.V. ( Ringer Laktat) dengan kecepatan 40 tetes permenitsampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg pervaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi ( maksimal 800 mcg). Evakuasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus dan pastikan tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar