Shinta Amelia
ABORTUS INKOMPLIT
Abortus
inkomplit adalah perdarahan pada kehamilan muda dimana sebagian dari hasil
konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kanalis servikalis.
(Prawiroharjo, S. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal;hal.145;2006). Bila terjadi perdarahan yang hebat akibat abortus
inkomplit dianjurkan segera melakukan pengeluaran sisa hasil konsepsi secara
manual agar jaringan yang mengganjal terjadinya kontraksi uterus segera
dikeluarkan. Kontraksi uterus dapat berlangsung baik dan perdarahan bisa
berhenti.Selanjutnya dilakukan tindakan kuretase.Tindakan yang dianjurkan ialah
dengan kuret vakum menggunakan kanula dan plastik. Pasca tindakan perlu
diberikan uretonika parental atau peroral dan antibiotika.
Abortus inkomplit gejalanya
adalah setelah terjadi abortus dengan pengeluaran jaringan, perdarahan
berlangsung terus dan sering serviks tetap terbuka karena masih ada benda di dalam rahim yang
dianggap korpus allinum, maka uterus akan berusaha mengeluarkannya dengan
mengadakan kontraksi. Tetapi kalau keadaan ini dibiarkan lama, serviks akan
menutup kembali. Untuk
pemeriksaan USG dilakukan bila kita ragu dengan diagnosis secara klinis. Besar uterus
sudah lebih kecil dari umur kehamilan dan kantonmg gestasi sudah sulit
dikenali, di kavum uteri tampak massa yang bentuknya tidak beraturan. Sedangkan penatalaksanaan
yang dapat dilakukan jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang dari 16
minggu. Evakuasi dapat dilakukan dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil
konsepsi melalui serviks. Jika perdarahan berhenti beri ergometrin 0,2 mg I.M. atau misoprostol 400
mcg per oral. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang
dari 16 minggu, evakuasi sisa hasil konsepsi dengan aspirasi vakum manual merupakan metode evakuasi yang terpilih. Evakuasi
dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak
tersedia. Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera, beri ergometrin 0,2 mg I.M diulangi
setelah 15 menit jika perlu atau misoprostol 400 mcg peroral ( dapat diulangi
setelah 4 jam jika perlu)
Apabila abortus inkomplit
terjadi di kehamilan lebih dari 16 minggu ,berikan
infuse oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan I.V. ( Ringer Laktat) dengan
kecepatan 40 tetes permenitsampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg pervaginam setiap 4 jam sampai
terjadi ekspulsi hasil konsepsi ( maksimal 800 mcg). Evakuasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus dan pastikan tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar